Update Berita Aktual Tiap Hari
Update Kabar »
Peristiwa
»
Kecewa terhadap Polisi, Korban Pengeroyokan Ancam Carok Massal
Kecewa terhadap Polisi, Korban Pengeroyokan Ancam Carok Massal
Posted by JD Master on |
Peristiwa
Pamekasan-Enam hari Moh Nur Holis (47), warga Bunangka Timur, Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, terkapar di Puskesmas Kecamatan Pegantenan akibat luka bacok di sekujur tubuhnya. Nur dikeroyok puluhan orang bercelurit di rumahnya pada Kamis (10/3/2016) lalu.
Hari ini, Rabu (16/3/2016), Nur Holis sudah pulang ke rumahnya meskipun lukanya masih belum pulih total. Untuk berjalan, Nur Holis masih harus dibantu orang lain.
Namun, bicaranya tetap lantang mengingat kejadian pembacokan di dalam rumahnya sendiri yang belum diketahui duduk persoalan yang sebenarnya. Kekesalan yang paling dirasakan Nur Holis karena Polres Pamekasan belum menangkap seorang pun pelaku yang sudah mengeroyoknya.
"Kalau polisi tidak bisa mengatasai masalah sesuai hukum, maka jangan salahkan saya balas dendam dengan cara carok massal," kata Nur saat ditemui Kompas.com di kediamannya.
Nur dibantu anaknya Nuruddin (24) sudah berkali-kali meminta perkembangan kasus pengeroyokan di rumahnya ke Polsek Pegantenan dan Polres Pamekasan. Namun, alasannya tidak memuaskan.
Peristiwa pengeroyokan tersebut bermula saat Nuruddin pulang dari Kota Pamekasan menuju rumahnya untuk mengantar Nur Holis berobat karena sakit mendadak.
Sampai di Jalan Raya Desa Palesanggar, Nuruddin menghentikan motornya karena ditelepon keluarganya agar bertemu di Pamekasan. Sebab, ayahnya sudah dalam perjalanan berobat ke Pamekasan.
"Saat saya berhenti, ada mobil juga berhenti di depan. Tiba-tiba sopir bernama Mat Rosul memaki-maki saya bahkan menantang duel carok sampai menyebut kakek buyut saya ditantang carok," kata Nuruddin.
Namun, Nuruddin tidak menghiraukan makian Mat Rosul karena konsentrasi ke ayahnya yang mau dibawa berobat. Setelah puas memaki-maki, Mat Rosul kemudian pergi meninggalkan Nuruddin.
Nuruddin kemudian menyusul ayahnya ke tempat berobat. Usai mengantar ayahnya berobat, Nurudin mendatangi rumah Mat Rosul menanyakan maksud makiannya di jalan. Namun, Mat Rosul justru memukul Nurudin. Pukulan Mat Rosul berhasil ditangkis Nuruddin.
Kesal, Mat Rosul kemudian memukul kedua kalinya. Nuruddin pun membalas memukul. Terjadilah keributan di rumah Mat Rosul. Nurudin kemudian pulang ke rumahnya.
Satu jam kemudian, lebih kurang 30 orang mendatangi rumah Nur Holis lengkap dengan celurit yang sudah terbuka dari sarungnya. Nur Holis yang masih sakit kemudian dipegang tiga orang agar tidak bisa bergerak. Satu orang menebaskan celurit ke kepalanya.
Nur Holis berusaha melepaskan diri. Nur Holis lari ke emper rumahnya, tetapi kemudian ditebas lagi dan kena di bagian kakinya. Menyusul kemudian tebasan selanjutnya mengenai lengan, lutut, dan jari jempolnya.
"Saya masih ingat semua pelakunya, tapi tak ada satu pun yang ditahan polisi. Mereka sudah saya laporkan semua," kata Nur Holis.
Harapan Nur Holis, polisi segera bertindak agar para pelaku tidak kebal hukum. Jika polisi tidak bertindak, pihaknya mengancam akan membalas dengan mengerahkan semua keluarganya untuk carok massal.
Kepala Sub Bagian Humas Polres Pamekasan Ajun Komisaris Osa Maliki mengatakan, kasus ini masih dalam proses. Lambannya proses karena kedua belah pihak sama-sama melapor.[tx]
Hari ini, Rabu (16/3/2016), Nur Holis sudah pulang ke rumahnya meskipun lukanya masih belum pulih total. Untuk berjalan, Nur Holis masih harus dibantu orang lain.
Namun, bicaranya tetap lantang mengingat kejadian pembacokan di dalam rumahnya sendiri yang belum diketahui duduk persoalan yang sebenarnya. Kekesalan yang paling dirasakan Nur Holis karena Polres Pamekasan belum menangkap seorang pun pelaku yang sudah mengeroyoknya.
"Kalau polisi tidak bisa mengatasai masalah sesuai hukum, maka jangan salahkan saya balas dendam dengan cara carok massal," kata Nur saat ditemui Kompas.com di kediamannya.
Nur dibantu anaknya Nuruddin (24) sudah berkali-kali meminta perkembangan kasus pengeroyokan di rumahnya ke Polsek Pegantenan dan Polres Pamekasan. Namun, alasannya tidak memuaskan.
Peristiwa pengeroyokan tersebut bermula saat Nuruddin pulang dari Kota Pamekasan menuju rumahnya untuk mengantar Nur Holis berobat karena sakit mendadak.
Sampai di Jalan Raya Desa Palesanggar, Nuruddin menghentikan motornya karena ditelepon keluarganya agar bertemu di Pamekasan. Sebab, ayahnya sudah dalam perjalanan berobat ke Pamekasan.
"Saat saya berhenti, ada mobil juga berhenti di depan. Tiba-tiba sopir bernama Mat Rosul memaki-maki saya bahkan menantang duel carok sampai menyebut kakek buyut saya ditantang carok," kata Nuruddin.
Namun, Nuruddin tidak menghiraukan makian Mat Rosul karena konsentrasi ke ayahnya yang mau dibawa berobat. Setelah puas memaki-maki, Mat Rosul kemudian pergi meninggalkan Nuruddin.
Nuruddin kemudian menyusul ayahnya ke tempat berobat. Usai mengantar ayahnya berobat, Nurudin mendatangi rumah Mat Rosul menanyakan maksud makiannya di jalan. Namun, Mat Rosul justru memukul Nurudin. Pukulan Mat Rosul berhasil ditangkis Nuruddin.
Kesal, Mat Rosul kemudian memukul kedua kalinya. Nuruddin pun membalas memukul. Terjadilah keributan di rumah Mat Rosul. Nurudin kemudian pulang ke rumahnya.
Satu jam kemudian, lebih kurang 30 orang mendatangi rumah Nur Holis lengkap dengan celurit yang sudah terbuka dari sarungnya. Nur Holis yang masih sakit kemudian dipegang tiga orang agar tidak bisa bergerak. Satu orang menebaskan celurit ke kepalanya.
Nur Holis berusaha melepaskan diri. Nur Holis lari ke emper rumahnya, tetapi kemudian ditebas lagi dan kena di bagian kakinya. Menyusul kemudian tebasan selanjutnya mengenai lengan, lutut, dan jari jempolnya.
"Saya masih ingat semua pelakunya, tapi tak ada satu pun yang ditahan polisi. Mereka sudah saya laporkan semua," kata Nur Holis.
Harapan Nur Holis, polisi segera bertindak agar para pelaku tidak kebal hukum. Jika polisi tidak bertindak, pihaknya mengancam akan membalas dengan mengerahkan semua keluarganya untuk carok massal.
Kepala Sub Bagian Humas Polres Pamekasan Ajun Komisaris Osa Maliki mengatakan, kasus ini masih dalam proses. Lambannya proses karena kedua belah pihak sama-sama melapor.[tx]
Popular
-
SIDOARJO - Pegawai Negeri Sispil (PNS) termasuk TNI-Polri dilarang menggunakan cuti tahunan setelah lebaran antara 11-15 Juli 2016. Surat...
-
Aktivis perempuan sekaligus pegiat HAM, Ratna Sarumpaet menyebut Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai penjahat kema...
-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Waisak 2560 kepada umat Budha di Indonesia. Dalam ucapannya, Pr...
-
Ada yang tidak biasa terjadi di sebuah pertandingan sepakbola divisi bawah Liga Swedia. Menjelang pertandingan berakhir seorang pemain tiba...
-
Ternyata saat peria terutama beberapa suami mengisap payudara wanita (istrinya) bakal memberi faedah mengagumkan ke wanita anda ingin tahu...
-
Assalamulaikum wr..wb Salam sejahtera buat kita semua, informasi berikut ini mengenai beasiswa full dari kemendikbud yang ingin melanjutka...
-
Mungkin tak banyak yang mengetahui aktor Adipura Prabahaswara rupanya seorang pendakwah. Kabar beredar menyebutkan pria yang kerap mendapa...
-
BANDUNG - Satu pelajar di Kampung Saar Genggong RT 03/07, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat tewas dan tiga tem...
-
Beberapa orang mengeluh karena memiliki tinggi badan atau berat badan yang tak proporsional. Kurang tinggi, mengeluh. Kurang langsing, me...
-
JAKARTA - Calon Kapolri Komjen Pol Tito Karnavian membantah ikut berkontribusi dalam kemenangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) di...
Popular Posts
-
Ternyata saat peria terutama beberapa suami mengisap payudara wanita (istrinya) bakal memberi faedah mengagumkan ke wanita anda ingin tahu...
-
JAKARTA - Istana Kepresidenan Republik Indonesia yang berada di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat , banyak mengoleksi benda-benda y...
-
Assalamulaikum wr..wb Salam sejahtera buat kita semua, informasi berikut ini mengenai beasiswa full dari kemendikbud yang ingin melanjutka...
-
Penerimaan PNS merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh sebagian masyarakat Indonesia terutama yang masih pengangguran dan baru saja menyel...
-
Berbicara Carok, maka yang timbul dibenak banyak orang adalah sebuah konotasi yang negative dan horror. Carok selalu identik dengan pembun...
-
Pada kesempatan Kali ini saya ingin memberikan Renungan, ini Utamanya bagi Kaum Hawa atau Wanita. Buat Lelaki, silahkan Baca saja. Semakin l...
-
Mungkin tak banyak yang mengetahui aktor Adipura Prabahaswara rupanya seorang pendakwah. Kabar beredar menyebutkan pria yang kerap mendapa...
-
Aksi pencurian listrik dari kalangan pelanggan PLN Prabayar marak di Surabaya. Modusnya, para pencuri mengubah sistem kerja penghitungan p...
-
YFB, seorang pimpinan partai politik di Palembang dibekuk aparat Ditres Narkoba Polda Sumsel bersama seorang perwira menengah Polri. Tak h...
-
MOJOKERTO - PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) selaku pemegang konsesi Jalan Tol Kertosono-Mojokerto akan menetapkan...


Tidak ada komentar: